Doa dalam Islam: Wujud Pengabdian Hamba kepada Allah SWT
Oleh: Jubaedah (Guru Bahasa Arab MAN 5 Bogor)

By Jubaedah Syu\\ 29 Agu 2025, 18:52:33 WIB Zona Integritas
Doa dalam Islam: Wujud Pengabdian Hamba kepada Allah SWT

Keterangan Gambar : Doa sebagai jembatan spiritual yang menghubungkan manusia dengan Allah SWT, sumber ketenangan dan petunjuk hidup.


Doa merupakan senjata terkuat seorang muslim dalam menghadapi berbagai keadaan hidup. Lebih dari sekadar ucapan, doa adalah wujud penghambaan, kerendahan hati, sekaligus ikatan spiritual yang menghubungkan manusia dengan Allah SWT. Dalam Islam, doa tidak hanya menjadi kebutuhan, tetapi juga perintah dan kewajiban yang mendatangkan keridhaan Allah serta membuka jalan perubahan takdir.


1. Doa sebagai Ibadah yang Diperintahkan Allah

Baca Lainnya :

Allah SWT secara langsung memerintahkan hamba-Nya untuk berdoa sebagaimana tertuang dalam Al-Qur’an Surah Ghafir ayat 60:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

"Dan Tuhanmu berfirman: Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina." (QS. Ghafir: 60)

Ayat ini menegaskan bahwa doa bukan sekadar permintaan, melainkan ibadah yang menunjukkan kepatuhan dan kerendahan hati seorang hamba di hadapan Tuhannya.


2. Doa Mendatangkan Keridhaan Allah

Rasulullah SAW menegaskan pentingnya doa dalam sebuah hadis:

قَالَ رَسُولُ اللّٰهِ ﷺ : «مَنْ لَمْ يَسْأَلِ اللّٰهَ يَغْضَبْ عَلَيْهِ»

(Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang tidak meminta kepada Allah, maka Allah akan murka kepadanya.”) (HR. at-Tirmidzi, no. 3373; dinilai hasan gharib)

Hadis ini mengingatkan umat Islam bahwa berdoa adalah bentuk pengakuan seorang hamba atas kebutuhan mutlak kepada Allah. Semakin rajin seorang muslim berdoa, semakin besar kasih sayang dan keridhaan Allah kepadanya.


3. Doa sebagai Sarana Mengubah Takdir

Doa juga memiliki kekuatan istimewa sebagai sarana untuk memohon perubahan takdir. Rasulullah SAW bersabda:

«لَا يَرُدُّ الْقَدَرَ إِلَّا الدُّعَاءُ، وَلَا يَزِيدُ فِي الْعُمُرِ إِلَّا الْبِرُّ»

(“Tidak ada yang dapat menolak takdir kecuali doa, dan tidak ada yang dapat menambah umur kecuali amal kebaikan.”) (HR. at-Tirmidzi, no. 2139; Ahmad, no. 22386; dinilai hasan gharib)

Hal ini menunjukkan betapa kuatnya doa dalam kehidupan seorang muslim. Dengan doa, seorang hamba memohon agar Allah mengganti ketetapan yang kurang baik dengan sesuatu yang lebih baik.


4. Doa sebagai Ikatan Spiritual dengan Allah

Dalam Islam, doa bukan sekadar aktivitas ibadah rutin, tetapi juga cerminan dari ketaatan, penghambaan, dan kerendahan hati. Melalui doa, seorang muslim mencari petunjuk, perlindungan, dan harapan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Oleh karena itu, berdoa hanya kepada Allah SWT adalah kewajiban yang harus dijaga setiap muslim sebagai wujud pengabdian kepada Sang Maha Kuasa.

Semoga keluarga besar MAN 5 Bogor senantiasa menjadi generasi yang tidak pernah lepas dari doa dalam setiap langkahnya. Dengan doa, kita teguhkan niat, kuatkan perjuangan, dan harapkan keberkahan dari Allah SWT untuk meraih masa depan yang gemilang. (Humas)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment