Menguatkan Riset dan Jiwa Wirausaha, KIR MAN 5 Bogor Kunjungi UMKM Bioteknologi Lokal
Pembelajaran kontekstual berbasis fermentasi untuk menumbuhkan semangat riset dan kewirausahaan siswa melalui kunjungan langsung ke sentra produksi tempe, tahu, dan oncom di Parungpanjang.

By Jubaedah Syu\\ 14 Feb 2026, 16:59:45 WIB Extra Kulikuler
Menguatkan Riset dan Jiwa Wirausaha, KIR MAN 5 Bogor Kunjungi UMKM Bioteknologi Lokal

Keterangan Gambar : Peserta KIR MAN 5 Bogor mendengarkan penjelasan pelaku UMKM saat mengamati langsung proses fermentasi dalam produksi tempe di Parungpanjang. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual bioteknologi konvensional, mulai dari tahap persiapan hingga pengemasan produk.


Parungpanjang, 14 Februari 2026 — Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) MAN 5 Bogor melaksanakan kunjungan edukatif ke sentra UMKM bioteknologi konvensional yang berlokasi di Jl. Mohamad Toha No.152, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan dan pengalaman peserta didik dalam memahami penerapan bioteknologi secara langsung di masyarakat.


Bioteknologi konvensional merupakan teknik pemanfaatan mikroorganisme seperti bakteri dan jamur secara langsung dan utuh, dengan menggunakan peralatan serta metode yang sederhana untuk menghasilkan produk barang atau jasa. Proses ini umumnya berbasis fermentasi, dilakukan secara turun-temurun tanpa rekayasa genetika, dan dikembangkan dalam skala kecil maupun rumah tangga.

Baca Lainnya :

Di wilayah Parungpanjang sendiri, terdapat banyak UMKM yang telah memanfaatkan teknik bioteknologi konvensional dalam proses produksinya. Pada kunjungan kali ini, peserta KIR berkesempatan mengunjungi tiga unit usaha yang memproduksi tempe, tahu, dan oncom. Selama kegiatan, siswa mendapatkan pembelajaran langsung mengenai tahapan produksi, mulai dari pengenalan alat dan bahan, proses pembuatan, hingga tahap pengemasan produk.


Kegiatan ini dibimbing oleh Ibu Nevi Damayanti, S.Pd selaku pembina KIR. Melalui kunjungan ini, diharapkan para peserta tidak hanya memahami konsep bioteknologi secara teoritis, tetapi juga mampu melihat implementasinya dalam kehidupan nyata, sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan kepedulian terhadap potensi lokal daerah.

“Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi siswa. Mereka tidak hanya memahami teori bioteknologi konvensional di kelas, tetapi juga melihat dan terlibat langsung dalam proses fermentasi di lapangan. Harapannya, pengalaman ini dapat menumbuhkan semangat riset, kreativitas, serta jiwa kewirausahaan berbasis potensi lokal,” ujar Nevi Damayanti, S.Pd, selaku pembina KIR MAN 5 Bogor.


Adapun peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah Chantika Nahla Hazizah Barliani (X.E), Najwa Aulia Wandri (X.F), Fahry (X.I), Mutia Ashri (X.D), Zhafira Shafa K (X.I), Romi Kurniawan (X.D), Dava Alvaro (X.C), Felicia Anindya Putri (X.I), Lizazmi (X.A), Tiwi Ramadani (X.A), Muhammad Evan Adika (XI.C), Muhammad Rizki Riyanto, Azkiya Syahfitri (X.A), Septia Ramadani (XI.A), Reyssa (XI.A), Eva Sriyani (XI.E), Hanifa Rasyida Darmawan (XI.B), Kaila Andira Aswadiyah (XI.G), Nadzwaa Eka Anas Santika (X.B), Salsa Oktaviani (X.B), Fauziah (XI.G), Rizky Aditya (X.A), Komalasari (XI.D), Azzahra (XI.D), Elsa Puteri (X.C), Talita Haura (X.C), Frizia Sofi (X.D), Shella Fadillah (X.D), Melda Oktaviana (XI.F), Putra Andhika Alfa Rizky (X.B), Desna (X.D), Raysa (XI.C), Annida (XI.D), Reyhan (XI.D), Sabilah (XI.B), Juju (XI.B), Ahmad Renal (XI.B), Jujun (XI.H), dan Azizah (XI.B).

Semoga kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mengintegrasikan pembelajaran sains dengan praktik lapangan, serta memperkuat semangat riset dan inovasi siswa MAN 5 Bogor. (Red. Humas)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment